New Connexion – Informasi Tentang Filsafat Hidup

New Connexion Memberikan wacana tentang filsafat hidup yang memiliki sensitivitas pada praksis keseharian tanpa mereduksinya ke perkara-perkara teknis yang dapat menyelesaikan masalah secara instan.

Pancasila Sebagai Filsafat HIdup Bangsa Indonesia

Pancasila Sebagai Filsafat HIdup Bangsa Indonesia – Di dunia ini manusia terlahir sebagai makhluk sosial, yang artinya tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam hidupnya. Manusia membutuhkan orang lain dalam berbagai aktivitas.

Pancasila Sebagai Filsafat HIdup Bangsa Indonesia

Sumber : kompasiana.com

newconnexion – Situasi ini mendorong orang untuk tetap bersosialisasi dan berinteraksi satu sama lain setiap saat. Dalam mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu penyelenggaraan kesejahteraan masyarakat yang dilandasi semangat gotong royong, tidaklah mudah bagi kita untuk melihat dari kenyataan saat ini bahwa ketika perbedaan cara berpikir atau cara pandang tersebut menimbulkan berbagai konflik dalam hubungannya, masyarakat dalam masyarakat.

Di era globalisasi ini, konflik tidak hanya terjadi di dunia nyata, yaitu ketika orang bertemu dan berbicara untuk mengungkapkan gagasannya, tetapi kita juga sering menjumpai berbagai konflik di dunia maya, seperti media sosial.

Dilansir dari neliti.com, Secara etimologis, nama Pancasila terdiri dari dua kata yang berasalkan dari bahasa Sansekerta yaitu, pañca (yang artinya lima) dan sila (yang artinya prinsip, landasan, atau asas).

Oleh karena itu, secara literal “Pancasila” dapat diartikan sebagai “lima ilmu dasar”. Pancasila adalah Filsafat kebangsaan yang lahir sebagai ideologi kolektif atau cita-cita bersama seluruh bangsa Indonesia yang diemban oleh para pendahulunya, refleksi pemikiran yang mendalam dan hasil-hasil yang disajikan dalam suatu sistem yang sesuai.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Pancasila adalah kesepakatan yang dicapai dengan bangsa Indonesia, yang mengedepankan seluruh komponen dan nilai, serta merupakan pedoman bagi tata kehidupan berbangsa dan bernegara, yang berarti bahwa seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa. dan negara didasarkan pada lima nilai sila.

Baca juga : Sejarah Falsafah Orang Jawa

Filsafat Hidup Bangsa Indonesia

Sumber : terketik.com

Pancasila adalah falsafah hidup bangsa Indonesia. Setiap negara yang ingin mendapatkan pijakan yang kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah mana ia ingin mencapai tujuannya membutuhkan pandangan hidup (filosofi hidup). Dari perspektif kehidupan, suatu negara akan mengkaji masalah yang dihadapinya dan menentukan arah dan metode untuk menyelesaikan masalah tersebut. ”

Falsafah hidup Pancasila sebagai negara merupakan kristalisasi nilai-nilai yang dimiliki oleh sebuah negara itu sendiri, yang diyakini benar dan menjadi tekad bagi negara untuk mencapai tujuan tersebut. Kami senang sekali pendiri Republik kita yang dulu ini bisa dengan jelas mendefinisikan wajah asli kehidupan negara kita, yang kemudian kita namai Pancasila.

“Nilai-nilai gotong royong yang dikemukakan oleh Pancasra dan Soekarno hendaknya menjadi jiwa dan nilai dasar bangsa Indonesia, karena Pancasra dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya akan menentukan arah, tujuan, dan bersama-sama menjadi nafas hidup, dan Sebagai negara”.

Dari pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa tanpa falsafah kehidupan, suatu negara akan menghadapi keragu-raguan terhadap isu-isu nyata dan virtual, termasuk yang ada di masyarakatnya sendiri.

Bahkan dengan filosofi kehidupan, umat manusia masih menghadapi masalah besar dalam interaksi antar manusia dari semua negara di dunia ini. Dengan menyebutkan pandangan hidup ini, sebuah negara akan didirikan.

Selain itu, Pancasila merupakan kesadaran dan cita-cita moral yang meliputi psikologi dan karakter yang tertanam dalam atau mengakar dalam budaya bangsa Indonesia. Pancasila adalah budaya yang mengajarkan kepada kita bahwa jika kita hidup sejahtera maka hidup manusia akan bahagia.

Pancasila lahir atas dasar pemikiran dan refleksi mendalam para pendahulu kita. Hakikat lahirnya Pancasila merupakan kritik dan refleksi rasional terhadap pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

Refleksi para pendahulu kita melahirkan Pancasila yang memiliki nilai ideologis dan mengandung harapan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera. Di bawah bimbingan Pancasila, orang hidup dengan bahasa sederhana mengharapkan keadilan, kemakmuran dan kemerdekaan.

Sumber : prezi.com

Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai keadilan dan peradaban manusia, nilai persatuan, nilai sosial yang dipimpin oleh kearifan dalam musyawarah / representasi, dan nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila akan membentuk norma atau tata tertib untuk mengatur kehidupan sehari-hari. Tata tertib atau norma pengelolaan kehidupan yang dilaksanakan akan mewujudkan cita-cita rakyat dan cita-cita bangsa ini, yaitu terwujudnya gagasan-gagasan para pendiri bangsa tentang persatuan, kebangsaan, keadilan, dan kesejahteraan.

Gagasan-gagasan tersebut dipadukan menjadi satu, yaitu, gotong royong. Seluruh rakyat Indonesia memahami nilai Pancasila sebagai pedoman hidup dan akan berpegang pada aturan atau kebijakan yang disepakati.

Dengan menjunjung tinggi nilai gotong royong sebagai wujud persatuan dan kesatuan bangsa, maka nilai-nilai entitas dapat terwujud dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, negara, dan bangsa.

Bentuk sosial yang dipimpin oleh Pancasila adalah welstanchauuung, yang akan menumbuhkembangkan masyarakat yang taat hukum untuk mewujudkan prinsip kemanusiaan yang mandiri, tidak merugikan orang lain, cenderung mewujudkan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab, serta tidak menyimpang dari norma sosial dan kehidupan.

Lahirnya Pancasila dilandasi oleh gagasan-gagasan yang menonjol dari para pendahulu kita.Sebagai gaya hidup bangsa (welstanchauuung) dan ideologi nasional adalah kesepakatan politik sebelum berdirinya Indonesia.

Di era globalisasi ini, peran Pancasila tentunya sangat penting untuk menjaga kepribadian bangsa Indonesia, karena dengan adanya globalisasi batas-batas antar negara seakan tidak terlihat, sehingga tidak mungkin terhindar dari kejahatan melalui kemajuan teknologi, karena Internet Contoh kejahatan.

Cybercrime adalah tindakan ketidakjujuran yang akan menghancurkan negara, dan moralitas hati nurani serta pemikiran masyarakat akan menurun di sini, sehingga pada akhirnya menghapuskan ciri-ciri suatu negara.

Akan sangat dramatis jika pendahulu kita, dengan pikirannya yang luar biasa, dengan mudah dihancurkan oleh seorang pria dengan hati nurani yang mati. Saat ini, kejahatan seperti kejahatan dunia maya telah memasuki krisis multifaset yang melibatkan anak-anak di negara tersebut.

Anak-anak di seluruh negeri mudah dicuci otak dengan membuka Internet, dan tidak ada situs web pornografi dan tidak ada pendidikan tentang kekerasan fisik dan mental di Internet.

Di berbagai website, “cybercrime menciptakan perilaku orang yang mudah terlihat melalui media sosial, memanggil (memamerkan) identitasnya atau memamerkan identitasnya”, atau melalui media sosial kita sering membaca WA, FB dan situs sosial lainnya. status media untuk “menunjukkan identitas”.

Sumber : cerdika.com

Pada akhirnya, pemerintah mulai secara bertahap menutup isu cybercrime melalui depkominfo, menutup website dengan website pornografi, bahkan mengesahkan UU IT anti pornografi serta kejahatan fisik dan psikologis.

Setiap pelanggar yang menyebarkan situs porno akan dikenakan sanksi pidana. Melalui kebijakan yang dilakukan pemerintah yaitu revolusi spiritual memungkinkan Pancasila untuk tetap eksis dan mempengaruhi para pelaku cybercrime, sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus tetap dijaga dan dilestarikan.

Seperti kita ketahui bersama, perintah pertama adalah asas yang berhubungan dengan moralitas dan kepercayaan manusia. Jika tidak ada kepercayaan penuh pada ajaran agama, seseorang mungkin melampaui rutinitas.

Situs web yang dapat berfungsi sebagai media yang baik dapat digunakan oleh penjahat untuk tujuan jahat. Ini menunjukkan perintah pertama, yang merupakan kelemahan jiwa dari monarki tertinggi.

Di dunia maya seperti internet, banyak orang yang dengan sengaja menyebarkan ajaran sesat yang dapat merongrong kehidupan beragama di Indonesia. Bahkan ada doktrin sesat yang sengaja mengundang pembacanya untuk mengikuti doktrin dan kepercayaan sesat, dan korbannya tidak sedikit. Oleh karena itu, dengan mengikuti aliran sesat tersebut, banyak terjadi bom bunuh diri dimana-mana, yang sama sekali bertentangan dengan perintah pertama dan kedua.

Tanpa sepengetahuan kita, hal ini berdampak negatif lain pada perkembangan teknologi, seseorang dapat saling menghujat melalui media yang diciptakan oleh teknologi informasi.

Kalaupun para pegiat sosial menggunakan media website untuk membangun jejaringnya atau menggalang dana untuk menggugah kesadaran akan bencana, seperti yang dilakukan para pegiat sosial, keberadaan teknologi informasi juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sebagai salah satu bentuk kesatuan Pancasila.

Sebagai negara dengan ideologi dan cara hidup yang kuat yaitu Pancasila. Menyikapi perkembangan teknologi informasi, seseorang harus mengikuti ideologi yang ditinggalkan oleh pendiri negara.

Hal-hal yang tidak sesuai dengan budaya yang ada sebaiknya tidak diterima di negara ini. Dengan adanya Pancasila kita dapat menemukan budaya yang selaras dengan budaya yang ada, agar tidak melemahkan budaya dan fitrah Pancasila negara tersebut.

Oleh karena itu, dengan mewarisi nilai-nilai Pancasila, para pelaku kejahatan siber juga akan menyadari kesalahannya sendiri dan mendapatkan kebijakan dari hasil perbuatannya, yakni kejahatan yang sesuai.

Kebijakan pemerintah Indonesia tentang revolusi spiritual dapat menumbuhkan sikap dan perilaku dari masyarakat untuk menghargai pengabdian dan pengorbanan para pahlawan, serta untuk menghargai sejarah.

Ibarat pesan yang disampaikan sang pahlawan, Profesor Mo Yamin mengatakan: “Cita-cita persatuan Indonesia bukanlah omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan akar sejarah negara kita sendiri.

Perhatian terhadap sejarah akan menumbuhkan sikap patriotik untuk menjaga ciri khas negara kita sesuai dengan pesan profesor PhD. Suharso, yaitu apakah negara saya benar atau salah, apalagi jika kita tahu bahwa negara kita sedang dalam keadaan rusak, maka pada saat itulah kita memiliki kewajiban untuk menyelesaikan masalah ini. Saat ini, pemerintah berupaya mengubah persepsi masyarakat tentang Pancasila dengan membentuk sikap kooperatif dan melemahkan individualisme.

Perkembangan teknologi informasi telah menjangkiti semua sektor masyarakat dan seluruh aspek kehidupan. Perkembangan dari teknologi informasi juga menjadi trend yang berdampak signifikan terhadap kebudayaan nasional.

Sumber : slideplayer.info

Dampak kemajuan teknologi memiliki efek positif dan negatif. Sebagai umat Pancasila, masyarakat harus menggunakannya dengan bijak. Salah satu contohnya adalah perkembangan teknologi informasi, sekarang internet sedang berkembang, dengan internet kita dapat mengakses informasi yang kita butuhkan.

Bahkan informasi dalam bentuk informasi negatif dapat dengan mudah diperoleh dari Internet, dan transmisi informasi negatif tersebut merupakan tindakan kejahatan di dunia maya.

Baca juga : Keindahan Mengejutkan Milan, Kota Air Di Italia

Sebagai insan Pancasila, Internet harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif guna mendukung perkembangan dunia pendidikan dan mewujudkan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Sebagai negara yang berideologi kuat, Pancasila. Menyikapi perkembangan teknologi informasi, seseorang harus mengikuti ideologi yang ditinggalkan oleh pendiri negara. Hal-hal yang tidak sesuai dengan budaya yang ada sebaiknya tidak diterima di negara ini.

Dengan bantuan Pancasila kita dapat membedakan suatu budaya yang selaras dengan budaya yang ada, agar tidak melemahkan budaya dan hakikat Pancasila negara, karena dengan berkembangnya teknologi informasi informasi yang masuk akan merubah tingkah laku di Era globalisasi saat ini.

Termasuk penggunaan teknologi untuk melakukan kejahatan dan perilaku tidak adil. Hal ini sejalan dengan pesan sang pahlawan bahwa jatuh bangunnya negeri ini sangat bergantung pada negaranya sendiri.

Persatuan dan kepedulian Indonesia semakin menurun, itu hanya sederet nama pulau dan foto di peta. Jika kita sendiri suka menipu rekan-rekan kita, menghancurkan dan mencuri kemuliaan Ibu Pertiwi, jangan harap negara lain menghormati negara ini.

Related Posts

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Show Buttons
Hide Buttons