Belajar Tentang Filsafat Hidup dari Kata-kata Bijak Para Filsuf

Belajar Tentang Filsafat Hidup dari Kata-kata Bijak Para Filsuf

Belajar Tentang Filsafat Hidup dari Kata-kata Bijak Para Filsuf – Tidak jarang manusia sering memikirkan arti kehidupan yang sedang dijalankan. Dari perenungan tentang hidup itu, tidak sedikit pula manusia yang masih tidak tahu tentang makna hidup. Apa tujuan hidupnya dan bagaimana hidup yang seharusnya ia jalani, adalah pertanyaan yang sering muncul.

Pertanyaan-pertanyaan itu memunculkan pemikiran mendalam tentang pandangan hidup. Hal tersebut yang membuat para pemikir filsafat atau para filsuf, menuliskan kata-kata bijak seputar hidup. Dan tidak sedikit pula filsuf terkenal yang kata-kata bijaknya memberikan semangat bagi pembaca.

Apa yang Dimaksud dengan Filsafat Hidup?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), filsafat memiliki arti sebagai pengetahuan, penyelidikan dengan akal budi, mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal dan hukumnya. Secara singkat, filsafat juga dapat diartikan sebagai makna atau pandangan.

Filsafat hidup muncul sebagai perenungan manusia atas arti hidup yang sesungguhnya. Bagaimana manusia menjalankan hidupnya? Apa tujuan yang ingin dicapai dalam hidup? Dan makna apa yang ada dalam hidupnya?

Hakikatnya hidup adalah perjalanan. Makna dan tujuan hidup setiap manusia berbeda-beda, karena apa yang ingin dicapai juga berbeda-beda. Hal tersebut juga dapat terlihat dari berbagai pendapat para filsuf tentang hidup.

Salah satu contohnya, menurut Albert Camus, seorang filsuf dari Algeria, hidup adalah sesuatu yang tidak jelas. Sehingga, bagi Albert Camus hidup tidak memiliki tujuan dan makna yang jelas. Menjalani hidup apa adanya adalah kunci hidup yang dipercaya Albert.

Kata Bijak Tentang Hidup dari Para Filsuf Terkenal

Pemikiran Albert Camus adalah salah satu dari banyaknya pemikiran filsuf tentang kehidupan. Ribuan tahu lalu, para filsuf telah menulis pemikirannya mengenai makna kehidupan.

Meski telah tertulis selama ribuan tahun, pemikiran para filsuf hingga saat ini masih banyak dipakai dalam berbagai bidang keilmuan. Seringkali, pemikiran tersebut menjadi semangat dan inspirasi banyak orang untuk menghasilkan karya.

Pemikiran tersebut juga membuahkan kata-kata bijak yang masih dipakai hingga saat ini. Lalu, siapa saja filsuf terkenal yang kata-kata bijaknya dapat memberi semangat dan pandangan baru tentang hidup? Simak informasi lengkapnya berikut ini:

1. Socrates
Socrates merupakan filsuf dari Yunani kuno yang memiliki pemikiran tentang hakikat hidup manusia. Selain menulis tentang banyak hal mengenai manusia, Socrates juga berhasil menjadi guru dari filsuf terkenal lainnya, yakni pluto.

Bagi Socrates, pemikiran-pemikirannya tentang hidup memiliki tujuan untuk mengenal lebih jauh tentang manusia. Pemahamannya terhadap manusia itu dilakukan dengan cara memahami dan mengenal alam semesta lewat teori-teori.

Pemikirannya berasal dari rasa ingin tahu yang besar. Lalu, rasa ingin tahu itu akan melahirkan kebijakan-kebijakan.

Salah satu kata bijak yang dicetuskan oleh Socrates yakni, “Kesedihan membuat akal terpana dan tidak berdaya. Jika tertimpa kesedihan, terimalah hal itu dengan keteguhan hati dan gunakan akal untuk mencari solusinya.”

Kalimat bijak dari Socrates tersebut menggambarkan bahwa manusia memiliki emosi berupa kesedihan. Manusia tidak bisa lepas dari emosi tersebut, tetapi manusia juga memiliki kemampuan untuk mencari solusi dari kesedihan yang dirasakannya.

2. Pluto
Pluto adalah murid dari Socrates yang berhasil mendirikan sekolah tinggi pertama pada masanya di Athena. Sekolahnya bernama Akademi Platonik. Pluto juga menjadi guru dari filsuf terkemuka lainnya, yakni Aristoteles.

Pemikiran Pluto banyak terinspirasi dari gurunya, Socrates. Filsuf ini juga menjadi penulis dari Philosophical dialogues. Bahkan, pemikiran-pemikiran Plato dipercaya memiliki peran penting dalam perkembangan filsafat pada masa Yunani kuno maupun filsafat barat.

“Orang yang ingin bergembira harus menyukai kelelahan akibat bekerja.” Kalimat tersebut merupakan salah satu contoh kalimat tentang filsafat hidup yang ditulis Pluto.

Dari kalimat tersebut, satu hal yang dapat dipelajari tentang hidup yakni rela kelelahan. Sebab hidup adalah tempatnya lelah. Meski begitu, manusia akan menemui kebahagian setelah rela menerima lelah. Karena itu, tidak ada salahnya meluangkan waktu bekerja untuk diri yang lelah.

3. Aristoteles
Aristoteles menjadi salah satu filsuf Yunani yang pemikirannya banyak digunakan dalam berbagai disiplin ilmu. Tidak hanya menulis mengenai filsafat, Aristoteles juga menyumbangkan pikirannya untuk ilmu fisika, biologi, etika, politik dan psikologi.

Filsuf ini menjadi murid Pluto selama 20 tahun, sehingga tidak heran jika pemikiran-pemikirannya terinspirasi dari gurunya tersebut. Aristoteles pernah menuliskan jika kebahagiaan itu adalah hak bagi masing-masing manusia.

Menurut Aristoteles, kebahagiaan memiliki arti sebuah kesenangan yang bisa dicapai manusia dengan kehendaknya masing-masing.

Pemikiran Aristoteles tentang filsafat hidup itu, mengingatkan bahwa tidak ada yang bisa mengontrol kebahagiaan seseorang. Jika ingin hidup bahagia, maka manusia memiliki haknya sendiri ingin bahagia dengan cara apa.

Manusia juga tidak bisa memaksakan kehendak orang lain untuk memperoleh bahagia dengan cara yang ia percaya. Karena itu, manusia unik, selalu diciptakan berbeda satu sama lain. Tujuan hidup dan cara hidup setiap manusia berbeda, maka tidak perlu membandingkan satu raga dengan raga lainnya.

Epictetus

4. Epictetus
Epictetus adalah salah satu filsuf yang pernah menjadi budak. Meski begitu, Epictetus tidak berputus asa dengan hidupnya. Filsuf dari masa Yunani kuno ini mengisi hidupnya dengan menulis filsafat tentang hidup.

Pemikiran-pemikirannya sampai saat ini menjadi salah satu rujukan untuk bidang ilmu etika moral. Satu pemikirannya yang sangat menarik adalah pemikiran tentang hal yang bisa dikontrol manusia dan hal diluar kontrol manusia.

Bagi Epictetus, kebahagian dan kebebasan diwali dengan pemahaman yang jelas atas suatu prinsip, yaitu yang ada pada kontrol manusia dan yang bukan.

Kata-kata bijak itu menjadi pengingat bagi manusia bahwa tidak semua hal bisa diatur oleh manusia. Sebagai salah satu contohnya, manusia bisa mengatur pikiran dan perasaan terhadap orang lain, tetapi manusia tidak bisa mengatur pikiran dan perasaan orang lain terhadapnya.

Hidup dengan bahagia berarti merelakan segala hal yang terjadi pada hidup. Memaksimalkan diri untuk bekerja, berusaha untuk melanjutkan hidup dengan cara yang dipercaya masing-masing raga, menjadi salah satu cara untuk memaknai hidup.

Related Posts

Show Buttons
Hide Buttons