Harold H. Titus

Filsafat, Ilmu Memahami Dunia Dengan Penuh Pengasihan

Filsafat, Ilmu Memahami Dunia Dengan Penuh Pengasihan – Pernahkah suatu kali Anda termenung dan berfikir, mengapa dunia ini begitu luar biasa luas namun terkadang semuanya terlihat seolah sempit. Walau begitu, kita berkewajiban untuk selalu menjaganya dengan cara meresapi dan teus mempelajari dari apa-apa yang ada di sekitar kita. Karena dari sinilah kita dapat belajar memahami, berfikir dengan nurani, dan menjadikannya pedoman sehari-hari. Cara berfikir seperti inilah yang biasa orang sebut dengan filsafat.

Filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu “philos” yang artinya cinta yang sangat mendalam dan “sophia” yang berarti kebijakan. Jadi jika digabungkan filsafat adalah seni atau studi tentang berpikir kritis, mendalam dan penuh kebijaksanaan tentang seluruh fenomena kehidupan. Arti kata cinta dimaknai sebagai bentuk cara berfikir manusia yang sangat mendalam namun walau begitu harus tetap dilandasi dengan hati. Dengan begitu, terdapat keseimbangan antara akal pikiran dan perasaan dalam pemahaman akan dunia.

Harold H. Titus dalam buku Persoalan-Persoalan Filsafat mengemukakan 4 makna filsafat. Diantaranya adalah :

1. Filsafat adalah suatu sikap tentang hidup dan alam semesta yang mengelilinginya.
2. Filsafat adalah suatu metode berfikir secara rerflektif dan penelitian akan penalaran manusia.
3. Filsafat adalah suatu kumpulan perangkat masalah-masalah.
4. Filsafat adalah seperangkat teori dan sistem berpikir.

Dari keempat makna yang diampaikan oleh Titus, kita dapat menyimpulkan bahwasanya filsafat adalah suatu metode berfikir mendalam tentang alam semesta dan bagaimana kita dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan seputar hidup yang ada dengan cara berfikir kita tersebut.

Stoikisme

– Stoikisme
Newconnexion – Salah satu cabang ilmu filsafat yang akan sangat memberikan banyak pikiran positif terhadap Anda adalah Stoikisme. Stoikisme adalah salah satu sistem berpikir dimana manusia lebih baik mengakui bahwasanya manusia itu sendiri tidak dapat mengendalikan banyak hal yang terjadi dalam hidupnya. Manusia dihimbau untuk lebih legowo atau pasrah bahwa manusia hanyalah bagian dari keseluruhan sesuatu yang jauh lebih besar, yaitu alam. Jika manusia dapat menerapkan mindset ini pada dirinya, maka resiko akan pikiran-pikiran dan ambisi semu yang selama ini berpotensi merusak kebahagiaannya dapat segera runtuh dan tergantikan dengan ketenangan jiwa.

“Kaum Stoa menyarankan bahwa apa yang paling penting dalam menjalani kehidupan adalah internal bukan eksternal”, kata John Sellars, seorang ahli filsafat modern. Dari sini kita dapat mempelajarinya, bahwa sesungguhnya kedamaian dan yang terpenting dari sebuah hidup adalah kedamaian internal, kedamaian dalam diri kita sendiri. Sangat perlu bagi kita sebagai manusia untuk selalu nyaman dan berdamai dengan segala pemikiran yang ada di otak kita. Tidak perlu bagi kita untuk terus menerus memikirkan orang lain yang tidak perlu. Tidak perlu kita terlalu memikirkan apa dampak yang akan kita terima jika kita melakukan hal yang kita inginkan dan sudah dipercaya oleh keinginan hati.

– Eksistensialisme
Selain stoikisme, bidang lain yang juga memiliki banyak mengajarkan tentang kehidupan adalah eksistensialisme. Eksistensialisme adalah pendekatan filosofis yang dimulai dengan pengalaman langsung dari subyek manusia individu.
Kesimpulannya, apapun itu, filsafat mengajarka manusia untuk selalu berpikir mendalam terhadap sesuatu. Berpikir mendalam ini bertujuan untuk membentuk pribadi dan kualitas kehidupan yang lebih damai dan bijaksana. Dengan filsafat kita dapat melihat segala permasalahan yang ada dengan berbagai sudut pandang dan sisi. Karena filsafat mengajarkan manusia untuk senantiasa berpikir mendalam menggunakan logika dan perasaan secara seimbang dan bersamaan, maka itu berarti pikiran seseoranh belum bisa dikatakan bijaksana apabila belum mampu menyeimbangkan antara perasaan dan logikanya.

Related Posts

Show Buttons
Hide Buttons